DESA KAPUR — Tanggal 31 Agustus 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi keluarga besar Pemerintah Desa Kapur. Setelah lebih dari tiga dekade mengabdikan diri kepada masyarakat, Joko Suprapto resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai perangkat Desa Kapur dan memasuki masa purna tugas.
Bagi sebagian orang, purna tugas mungkin menjadi akhir dari sebuah pekerjaan. Namun bagi Desa Kapur, perjalanan panjang Joko Suprapto meninggalkan jejak yang tidak mudah dilupakan. Puluhan tahun hidupnya telah menjadi bagian dari perjalanan dan perkembangan Desa Kapur.
Merantau dari Blora ke Pontianak
Joko Suprapto lahir di Blora, Jawa Tengah, 60 tahun silam. Ia merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara dan tumbuh dalam keluarga berada yang pada zamannya dikenal sebagai keluarga pengusaha besar di Blora.
Pendidikan dasar ditempuhnya di SD Tamba Sari Blora, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Kristen Bersubsidi Blora dan SMEA Kristen Blora. Setelah menyelesaikan pendidikan pada tahun 1986, Joko memutuskan meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke Pontianak, Kalimantan Barat.
Di Pontianak, ia mengawali kehidupannya dengan bekerja sebagai pengawas pabrikan kayu di PT Limbang Medang Sungai Raya hingga tahun 1990.
Perjalanan hidupnya kemudian berlanjut. Pada tahun 1992, Joko menikah dan memeluk agama Islam sebagai seorang mualaf. Setahun kemudian, pada tahun 1993, ia mulai dipercaya masyarakat untuk menjadi Ketua RT di lingkungan Desa Kapur.
Amanah tersebut dijalankannya selama kurang lebih 23 tahun.
Awal Pengabdian di Pemerintahan Desa Kapur
Tidak hanya menjadi Ketua RT, Joko juga mulai membantu pelayanan pemerintahan sebagai staf di Kantor Desa Kapur. Dari sinilah pengabdiannya di lingkungan Pemerintah Desa Kapur semakin panjang.
Ia melewati berbagai masa kepemimpinan kepala desa dan menjadi saksi perubahan Desa Kapur dari waktu ke waktu. Dari seorang staf hingga kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Desa Kapur, Joko menjalani setiap tahapan tersebut dengan penuh tanggung jawab.
Selama menjalankan tugas, ia dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul, senang membantu dan memiliki pembawaan yang penuh jenaka.
Di lingkungan Desa Kapur, sosok Pak Joko tidak hanya dikenal karena tugas dan pekerjaannya, tetapi juga karena canda dan humornya yang kerap membuat suasana di tengah kesibukan kantor menjadi lebih cair.
Sosok yang Mudah Membantu dan Berbagi
Salah seorang rekan kerja yang telah mengenal dan bekerja bersama Joko dalam waktu yang sangat panjang adalah Siti Nurbani.
Siti mengaku telah bekerja bersama Joko selama kurang lebih 32 tahun, sejak masa kepemimpinan Kepala Desa Kapur Bapak Ismail DZ hingga tahun 2026.
Menurut Siti, Pak Joko merupakan sosok yang sangat baik dan mudah memberikan bantuan kepada sesama.
“Pak Joko orang yang sangat baik, mudah memberi kepada sesama. Selama 32 tahun saya bekerja dengan beliau, dari zaman Kepala Desa Pak Ismail DZ hingga tahun 2026,” ujar Siti Nurbani.
Bagi Siti, puluhan tahun bekerja bersama membuat sosok Joko Suprapto bukan hanya sekadar rekan kerja, tetapi juga bagian dari perjalanan panjang kehidupan di lingkungan Pemerintah Desa Kapur.
Tiga Anak dan Tiga Cucu
Di tengah perjalanan pengabdiannya, Joko Suprapto juga menjalani perannya sebagai seorang kepala keluarga. Dari pernikahannya, ia dikaruniai tiga orang anak dan tiga orang cucu.
Kini, setelah mencapai usia 60 tahun, waktunya untuk memasuki babak baru dalam kehidupan telah tiba. Setelah bertahun-tahun memberikan waktu, tenaga, pikiran dan pengabdiannya untuk masyarakat, ia resmi mengakhiri masa tugasnya pada 31 Agustus 2026.
Kepala Desa: “Saya Merasa Kehilangan”
Bagi Kepala Desa Kapur, Fahmi, S.Pd.I., berakhirnya masa tugas Joko Suprapto bukanlah hal yang mudah. Selama bertahun-tahun, Pak Joko telah menjadi bagian penting dalam menjalankan roda pemerintahan Desa Kapur.
“Saya merasa sangat terbantu dan bahagia selama beliau mengabdi sebagai perangkat desa. Selama bertahun-tahun, Pak Joko telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Pemerintah Desa Kapur. Karena itu, saya merasa kehilangan ketika beliau harus memasuki masa purna tugas,” ungkap Fahmi, S.Pd.I.
Fahmi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas seluruh dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan Joko Suprapto selama menjalankan tugas sebagai perangkat Desa Kapur.
Menurutnya, purna tugas bukan berarti berakhirnya silaturahmi maupun kontribusi terhadap desa.
“Saya berharap Pak Joko tetap eksis di Desa Kapur, tetap bersilaturahmi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Masa purna tugas bukan berarti berhenti berkarya,” tambahnya.
Bukan Akhir dari Pengabdian
Tiga puluh lebih tahun berada di tengah masyarakat telah membuat perjalanan Joko Suprapto menjadi bagian dari sejarah Desa Kapur.
Dari seorang perantau yang meninggalkan Blora pada tahun 1986, kemudian membangun kehidupan di Pontianak, menjadi Ketua RT, staf desa, hingga dipercaya sebagai Sekretaris Desa Kapur, semuanya menjadi rangkaian perjalanan panjang yang penuh cerita.
Kini, jabatan dan tugas sebagai perangkat desa telah selesai. Namun, kenangan tentang sosok Pak Joko yang suka bercanda, mudah membantu, dan selalu hadir dalam berbagai dinamika pemerintahan desa akan tetap menjadi bagian dari cerita keluarga besar Desa Kapur.
Selamat memasuki masa purna tugas, Pak Joko Suprapto.
Terima kasih atas puluhan tahun pengabdian, kerja keras, kebersamaan, canda dan cerita yang telah diberikan untuk Desa Kapur.
Jabatan boleh berakhir, tetapi silaturahmi dan pengabdian kepada masyarakat tidak pernah mengenal kata pensiun.